Trenggalek

Danrem Untoro Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung di Tiga Wilayah Jajarannya

TRENGGALEK – Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto meninjau sejumlah lokasi pembangunan jembatan gantung di wilayah jajarannya, Jumat (9/1/2026).

Peninjauan diawali di Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Selanjutnya, rombongan melanjutkan ke Desa Jalen, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, dan berakhir di Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Kolonel Untoro menjelaskan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan mengatasi kesulitan akses masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

“Pembangunan jembatan gantung ini merupakan bagian dari Program Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap II. Program ini diharapkan dapat mempermudah mobilisasi anak-anak sekolah serta mendukung berbagai aktivitas masyarakat,” ujar Untoro saat meninjau lokasi di Desa Prigi.

Ia mengungkapkan, kondisi awal di setiap lokasi sasaran pembangunan berbeda-beda. Di Kabupaten Pacitan sebelumnya sudah terdapat jembatan gantung, namun kondisinya sudah rapuh dan tidak layak digunakan.

Sementara itu, di Kabupaten Ponorogo selama ini belum tersedia jembatan penghubung. Adapun di Desa Prigi, jembatan gantung yang pernah ada sebelumnya rusak akibat diterjang banjir pada tahun lalu.

Terkait spesifikasi teknis, Untoro menyampaikan bahwa panjang dan lebar jembatan disesuaikan dengan kondisi serta lebar sungai di masing-masing wilayah.

“Di Pacitan, jembatan gantung yang dibangun memiliki panjang 24 meter dengan lebar 1,3 meter. Di Ponorogo panjangnya 32 meter dan lebar 2 meter. Sedangkan di Desa Prigi, karena sungainya paling besar, jembatan yang dibangun memiliki panjang 38 meter dengan lebar 1,2 meter,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Korem 081/DSJ menargetkan pembangunan sebanyak 60 jembatan gantung yang tersebar di seluruh wilayah jajarannya.
Reporter: Feliks F
Editor : Johnit Sumbito)