Lurah Kapuk Jakbar Laksanakan Giat Bersih-Bersih Sarana Ibadah serta Fasos dan Fasum
Lurah Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat Arif Budiman bersama staf dan petugas PPSU akan terus melakukan aksi bersih-bersih kewilayahan, diantaranya sarana ibadah, Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasis), Jumat (25/12/2025). Foto: Iastimewa
JAKARTA – Baru menjabat sebagai Lurah Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Arief Budiman menghadirkan terobosan positif bagi masyarakat, khususnya di bidang keagamaan, keindahan, dan kebersihan lingkungan wilayah.
Salah satu terobosannya adalah kegiatan bersih-bersih sekaligus perbaikan sarana tempat ibadah, sarana sosial, dan fasilitas umum. Selain itu, pihak kelurahan juga membangun gazebo yang diharapkan menjadi salah satu ikon Kota Jakarta.
“Pada dasarnya, sarana umum, sarana sosial, dan sarana keagamaan di wilayah Kapuk sudah cukup baik.
Selanjutnya, kami ingin menjadikannya sebagai kegiatan rutin, yakni terus berbuat kebaikan untuk masyarakat,” ujar Arief Budiman saat ditemui, Jumat (26/12/2025).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan waktu senggang sekitar 30 menit hingga satu jam, bersama staf kelurahan, PPSU, tokoh pemuda, tokoh agama, serta kader PKK.
“Di sela waktu luang, kami bersama-sama membersihkan sarana ibadah, taman, dan fasilitas umum lainnya,” kata Arief.
Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan secara bertahap dan terus dipantau, termasuk kelayakan sarana dan perlengkapannya.
“Jika sudah tidak layak, kita ganti. Kalau masih layak, cukup diperbaiki,” tegasnya.
Arief berharap masyarakat, khususnya warga Kapuk, dapat ikut menjaga kebersihan sarana keagamaan, sarana umum, dan sarana sosial.
“Mari bersama-sama kita jaga Jakarta. Kampung kite, kalau bukan kite yang jagain, siape lagi,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Romo Rafian, Tokoh Pemuda Buddha Jakarta Barat, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan rutin yang diwacanakan oleh Lurah Kapuk tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat wilayah Kapuk.
“Ini merupakan bentuk kebajikan kepada umat dan sejalan dengan ajaran Buddha. Dalam ajaran Buddha, niat tulus dan penuh kesadaran merupakan bentuk praktik Dhamma. Aksi bersih-bersih sarana ibadah adalah bagian dari cinta kasih (Metta) kepada sesama,” ujar Romo Rafian.
Ia menambahkan bahwa kebajikan tidak selalu harus dilakukan melalui ritual keagamaan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi banyak orang.
“Apa yang dilakukan ini selaras dengan ajaran Buddha tentang kehidupan bermasyarakat, menjaga lingkungan, dan menciptakan keharmonisan. Semoga semangat gotong royong dan kepedulian ini dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas,” pungkasnya
Reporter: Garot Suntoro
Editor : Johnit Sumbito
