Cuaca Ekstrem Terjang Panggul, Babinsa dan TRC-PB Sigap Amankan Warga Wonocoyo di Tengah Banjir
Cuaca ekstrem di Trenggalek menyebabkan Sungai Karang di Desa Wonocoyo meluap ke Jalan, Kamis (19/2/2026). Foto: Istimewa
TRENGGALEK – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Trenggalek. Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Panggul pada Kamis (19/2/2026) pukul 13.20 WIB hingga 14.30 WIB menyebabkan Sungai Karang di Desa Wonocoyo meluap.
Debit air yang meningkat drastis membuat aliran sungai meluber ke badan Jalan Raya Panggul–Pacitan. Ketinggian genangan mencapai sekitar 60 sentimeter sehingga akses transportasi utama di kawasan tersebut sempat terisolasi.
Luapan Sungai Karang yang membelah Desa Wonocoyo terjadi akibat intensitas hujan tinggi dalam waktu relatif singkat. Air berwarna kecokelatan yang membawa material lumpur dan ranting menggenangi ruas jalan provinsi yang menjadi penghubung vital antara Panggul dan Pacitan. Sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa berhenti dan menunggu air surut guna menghindari risiko mogok maupun terseret arus.
Merespons kondisi tersebut, aparat kewilayahan bersama unsur penanggulangan bencana bergerak cepat. Serma Suhardjo, Babinsa Wonocoyo Koramil 0806-11/Panggul, yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kecamatan Panggul, turun langsung ke lokasi terdampak.
Bersama personel TRC-PB, ia memastikan situasi tetap terkendali serta membantu mengatur arus lalu lintas yang sempat terhenti akibat genangan. Di tengah kondisi air yang masih menggenangi jalan, Serma Suhardjo aktif mengimbau warga agar tetap waspada dan berhati-hati, terutama pengguna kendaraan bermotor yang hendak melintas.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi luapan susulan, mengingat cuaca masih berpeluang terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Kehadiran aparat dan tim TRC-PB di lokasi memberikan rasa aman bagi warga setempat. Selain memantau tinggi muka air, petugas juga melakukan pendataan awal terhadap dampak yang ditimbulkan, termasuk potensi kerusakan fasilitas umum dan risiko terhadap permukiman warga.
Beruntung, hingga laporan ini dihimpun, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, pemerintah daerah melalui BPBD setempat mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca serta segera melaporkan apabila terjadi peningkatan debit sungai secara signifikan. Sinergi antara aparat kewilayahan, tim penanggulangan bencana, dan partisipasi aktif warga menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi yang sewaktu-waktu dapat kembali terjadi di Trenggalek. (Johnit Sumbito)
