Blitar

Warga Desa Krisik Tak Perlu Wawas, Jembatan Permanen Dibangun TMMD KE-127 di Blitar

BLITAR – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0808/Blitar yang dilaksanakan di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menjadikan pembangunan jembatan sebagai salah satu sasaran pokok.

Dalam pengerjaan jembatan tersebut, para prajurit TNI bersama warga setempat saling bergotong royong dan bahu-membahu dalam setiap tahapan pekerjaan. Semangat kebersamaan tersebut menjadi kekuatan utama dalam pembangunannya.

Pembangunan jembatan ini dinilai sangat mendesak, mengingat kondisi sebelumnya yang hanya berupa sesek atau anyaman bambu. Kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan warga.

“Jembatan sebelumnya hanya berupa sesek atau bambu, sehingga sangat rawan untuk dilintasi. Apalagi saat hujan turun, permukaannya menjadi licin dan berbahaya bagi warga,” kata Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto, Minggu (22/2/2026).

Sebagai akses vital penghubung antar dusun, keberadaan jembatan permanen diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat.

“Jembatan ini sangat strategis karena menghubungkan Dusun Barurejo dan Dusun Sumber. Setiap hari banyak warga, termasuk anak-anak sekolah yang melintasinya. Jika dibangun permanen, tentu akan sangat membantu,” jelasnya.

Ia menegaskan, aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pembangunan tersebut.

“Yang terpenting warga tak perlu lagi waswas, karena keselamatannya akan lebih terjamin apabila jembatan sudah dibangun secara permanen,” ujarnya.

Mengingat pentingnya akses tersebut, Danrem berharap proses pembangunan dapat selesai tepat waktu dan sesuai target agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat secara luas.

Selain pembangunan jembatan, TMMD ke-127 Kodim 0808/Blitar juga melaksanakan sasaran fisik lainnya berupa rabat jalan sepanjang 1.087 meter serta pembangunan tujuh unit gorong-gorong.

Untuk memperluas dampak program TMMD, berbagai program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) juga turut dilakukan. Mulai dari TNI AD Manunggal Air di 5 titik, rehabilitasi 15 unit rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan 15 unit jamban, penguatan ketahanan pangan seluas satu hektare, pemberian 100 paket makanan tambahan untuk penanganan stunting, penghijauan, serta pembersihan lingkungan.

Tak hanya pembangunan fisik, TMMD ke-127 di Desa Krisik juga diisi dengan berbagai kegiatan nonfisik, seperti pembagian paket sembako, layanan pengobatan gratis, donor darah, pasar murah, pameran UMKM, sunatan massal, pelayanan Posyandu dan imunisasi, serta program KB Kesehatan. (Johnit Sumbito)