Hujan Disertai Angin Porak-porandakan Rumah Warga Pule, Trenggalek
Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sukokidul, Koptu Agung, kelokasi melakukan pengecekan dan membantu penanganan awal atas kerusakan rumah warga binaan akibat diterjang angin kencang dan disertai hujan deras di Pule, Trenggalek, Selasa (3/3/2026). Foto: Istimewa
TRENGGALEK – Hujan deras disertai angin kencang kembali melanda wilayah Kabupaten Trenggalek, Selasa (3/3/2026). Cuaca ekstrem yang terjadi sejak siang hingga sore hari itu mengakibatkan kerusakan pada salah satu rumah warga di Desa Sukokidul, Kecamatan Pule.
Hujan mulai mengguyur sekitar pukul 13.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 14.55 WIB. Intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang menyebabkan atap rumah milik Suwito, warga RT 16 RW 06 Desa Sukokidul, rusak cukup parah. Material asbes terlepas dan sebagian besar terbang terbawa angin.
Peristiwa ini menambah daftar kejadian hujan angin yang dalam beberapa pekan terakhir kerap terjadi di sejumlah wilayah selatan Jawa Timur, termasuk Trenggalek.
Mendapat laporan warga, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sukokidul, Koptu Agung, segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan membantu penanganan awal.
“Akibat angin kencang dan hujan deras yang melanda Desa Sukokidul, rumah milik Suwito mengalami kerusakan cukup parah. Hampir separuh atap asbes terbang terbawa angin. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujar Koptu Agung di lokasi kejadian.
Selain melakukan pendataan, Koptu Agung bersama warga setempat bergotong royong mengamankan barang-barang milik korban agar tidak semakin rusak akibat hujan. Perabot rumah tangga dipindahkan ke bagian yang lebih aman, sementara bagian atap yang terbuka ditutup sementara menggunakan terpal.
Ia mengimbau warga Desa Sukokidul untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta rutin memeriksa kondisi atap rumah dan pepohonan di sekitar tempat tinggal serta segera melapor kepada aparat desa atau Babinsa apabila terjadi kejadian serupa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan warga sangat diperlukan guna meminimalkan risiko kerugian maupun korban jiwa. (Johnit Sumbito)
