Petani Bersorak! berawal Sesek, Jembatan Garuda di Sidorejo Jangkau Lebih 50 Hektare Sawah
Jembatan Garuda di Sidorejo rampung dibangun warga sudah mulai ramai melewati dengan sukacita, Sabtu (4/7/2026). Foto: Istimewa
NGAWI – Perasaan lega dan bahagia kini menyelimuti warga Desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Impian mereka untuk memiliki jembatan permanen akhirnya menjadi kenyataan melalui program Jembatan Garuda.
Sebelumnya, warga di sana hanya mengandalkan jembatan sederhana yang terbuat dari sesek bambu. Kondisinya sangat terbatas dan hanya bisa dilalui pejalan kaki dengan sangat hati-hati, terutama saat musim hujan yang membuat jembatan menjadi licin dan aliran sungai meluap.
Kini, jembatan permanen yang kokoh telah berdiri. Bahkan, kendaraan roda empat sudah dapat melintas dengan aman, sehingga mobilitas masyarakat menjadi jauh lebih mudah dan efisien.
Mewakili warganya, Kepala Desa Sidorejo Suharsono berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto serta TNI Angkatan Darat atas pembangunan jembatan yang selama ini sangat dinantikan.
“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo dan terima kasih kepada TNI Angkatan Darat yang telah membangun jembatan di desa kami. Ini merupakan kebahagiaan bagi seluruh warga Sidorejo,” ujarnya berkaca-kaca di lokasi Jembatan Garuda, Sabtu (4/7/2026).
Ia mengungkapkan, jembatan sesek sebelumnya yang dibangun secara swadaya oleh warga hanya bersifat sementara dan harus kerap diperbaiki karena mudah rusak akibat diterjang banjir.
Menurut Suharsono, kehadiran Jembatan Garuda membawa manfaat yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat. Setiap hari, jembatan itu menjadi jalur utama anak-anak menuju sekolah maupun tempat mengaji.
Selain mendukung aktivitas pendidikan, jembatan tersebut juga mempermudah dan memperlancar aktivitas para petani.
“Di belakang sana hamparan sawahnya cukup luas, lebih dari 50 hektare. Jadi kalau panen, kalau ngangkut pupuk, ngangkut bibit, petani tidak kesulitan lagi,” terang Suharsono.
Sementara itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengharapkan keberadaan Jembatan Garuda itu mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kami, jembatan yang baru selesai dibangun itu bisa menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi desa dan memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat,” katanya.
Danrem juga menegaskan bahwa program tersebut merupakan wujud nyata kepedulian negara dalam menghadirkan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang selama ini terkendala akses.
Kepada warga Desa Sidorejo, Kolonel Untoro berpesan untuk senantiasa peduli dalam menjaga dan merawat jembatan tersebut agar mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Johnit Sumbito
