INFO JAKARTA

Area Kantor Sudin Perhubungan Dijadikan Peternakan Ayam, Harga per Ekor Capai Rp5 Juta

JAKARTA – Sebagian area Kantor Suku Dinas (Sudin) Perhubungan Jakarta Barat diduga dijadikan tempat peternakan ayam aduan dengan harga per ekor mencapai Rp5 jutaan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat beberapa titik di area Kantor Sudin Perhubungan Jakarta Barat yang digunakan untuk memelihara ayam. Seorang sumber membenarkan keberadaan ternak ayam tersebut.

Namun, aktivitas itu diduga berdampak pada lingkungan sekitar, termasuk seringnya ditemukan hewan lain seperti kucing dan anjing yang mati akibat diduga diracun oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Dalam satu hari, Kamis (15/1/2026) sore, tercatat tiga ekor anjing ditemukan tewas dengan dugaan diracun. Sebelumnya, delapan ekor kucing juga dilaporkan mati akibat keracunan.

Huda, pedagang kopi di area Sudin Perhubungan Jakarta Barat, mengaku anjing-anjing tersebut kerap memakan ayam yang diternak dan dipelihara oleh anggota Sudin Perhubungan. Namun, ia mengaku tidak mengetahui adanya tindakan penembakan menggunakan senapan angin maupun peracunan terhadap hewan-hewan tersebut.

“Kalau ayam jago, harga per ekor memang sampai Rp5 jutaan dan itu milik anggota Dishub. Pernah ada ayam yang dimakan anjing. Tapi kalau ada anjing yang dilukai dengan senjata tajam atau kucing yang diracuni, saya tidak tahu,” kata Huda saat dimintai keterangan beberapa pekan lalu.

Sementara itu, salah satu anggota
Sudin Perhubungan yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa ayam-ayam di kawasan kantor tersebut sebagian besar merupakan milik anggota.

“Iya, ayam-ayam itu sebagian milik anggota, dan ada juga yang bukan,” ujarnya singkat.

Di sisi lain, Syambayu, seorang pencinta hewan asal Arema, Malang, Jawa Timur, mengecam keras dugaan peracunan terhadap anjing dan kucing tersebut. Ia meminta Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat untuk bertanggung jawab atas permasalahan ini.

“Kasudin harus ikut bertanggung jawab. Jika ada persoalan hewan di kawasan kantor hingga menimbulkan rasa tidak aman, seharusnya berkoordinasi dengan pihak KPKP yang berwenang, bukan malah melakukan peracunan,” tegas Syambayu.

Terkait kejadian ini Kasudin Perhubungan Jakarta Barat, Susilo Dewanto ketika hendak dikonfirmasi tidak ada kantornya. (Johnit Sumbito