INFO JAKARTA

Puslitbang Polri Teliti Polres Metro Jakarta Barat Terkait Pemberantasan Korupsi

JAKARTA – Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri melakukan kunjungan kerja ke Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (10/3/2026), dalam rangka penelitian terkait pelaksanaan pemberantasan tindak pidana korupsi di tingkat kewilayahan.

Kegiatan ini bertujuan menggali masukan, pengalaman, serta kendala yang dihadapi personel kepolisian dalam menjalankan fungsi penanganan tindak pidana korupsi.

Tim Puslitbang Polri dipimpin oleh Yudy Chandra, selaku ketua tim, didampingi narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional Moch. Nurhasim, serta anggota tim Arianto Salkery, Fajar Istiono, dan Rachmat Taufik Hidayatulloh.

Kedatangan tim disambut langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Twedi Aditya Bennyahdi bersama para pejabat utama Polres Metro Jakarta Barat.

Dalam kegiatan tersebut, tim peneliti melakukan wawancara dan diskusi dengan sejumlah personel dari berbagai satuan fungsi guna memperoleh gambaran langsung mengenai pelaksanaan tugas pemberantasan tindak pidana korupsi di tingkat Polres.

Puslitbang Polri juga memaparkan kajian mengenai optimalisasi pelaksanaan fungsi pemberantasan tindak pidana korupsi, yang ditinjau dari aspek sumber daya manusia, pola pikir (mindset) personel, serta penguatan kelembagaan.

Penelitian ini bertujuan merumuskan model optimalisasi kelembagaan dalam pelaksanaan fungsi Tipidkor Polri agar lebih efektif dalam menangani perkara korupsi.

Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan strategis guna memperkuat peran Polri dalam pemberantasan korupsi, baik melalui upaya pencegahan maupun penindakan.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kepolisian, akademisi, dan lembaga riset dalam merumuskan strategi yang lebih komprehensif dalam memerangi tindak pidana korupsi di Indonesia.

Melalui kajian ilmiah dan pertukaran gagasan ini, Polri diharapkan terus meningkatkan profesionalisme dan efektivitas dalam menjaga integritas serta kepercayaan masyarakat. Johnit Sumbito