INFO JAKARTA

Kurangi Limbah Minyak dan Detergen, Pemkot Jakbar Terapkan Solusi Ramah Lingkungan di Saluran Air

JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat terus mendorong inovasi pengelolaan lingkungan melalui uji coba teknologi bioremediasi menggunakan bakteri Ecotru untuk membantu menjernihkan air di saluran penghubung (PHB) kawasan CNI yang mengalir menuju Kantor Wali Kota Jakarta Barat. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas air sekaligus mengurangi dampak pencemaran di wilayah perkotaan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Barat, Imron Syahrin, menjelaskan bahwa uji coba penggunaan bakteri Ecotru merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Jakarta Barat guna meningkatkan kualitas air di sekitar kawasan perkantoran pemerintah.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya konkret memperbaiki kualitas air di lingkungan sekitar Kantor Wali Kota agar lebih bersih dan jernih,” ujar Imron, Kamis (26/3).

Pemkot Jakarta Barat bekerja sama dengan PT Esa Maha Karya Tunggal dalam pelaksanaan uji coba tersebut. Bakteri Ecotru yang digunakan diklaim memiliki ketahanan tinggi terhadap kondisi lingkungan ekstrem, termasuk mampu berkembang pada suhu hingga 60 derajat Celsius serta toleran terhadap kandungan Methylene Blue Active Substances (MBAS) atau zat pencemar berbasis detergen hingga batas tertentu.

Untuk memastikan efektivitas penerapan teknologi tersebut, Pemkot Jakarta Barat juga berkoordinasi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat guna memetakan tingkat kandungan MBAS di sejumlah aliran kali di wilayah Jakarta Barat sebagai dasar evaluasi lanjutan.

Direktur PT Esa Maha Karya Tunggal, Eka Lestari Sinaga, menjelaskan bahwa penggunaan bakteri Ecotru merupakan bagian dari proses bioremediasi, yakni metode pemulihan kualitas air dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mengurai bahan pencemar.

“Berdasarkan hasil pantauan awal di lapangan, kondisi air pada saluran tersebut mengandung minyak, lemak, serta sedimen cukup tebal. Melalui proses bioremediasi ini diharapkan kualitas air dapat meningkat secara bertahap,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebelum diaplikasikan ke saluran air, bakteri Ecotru terlebih dahulu dipersiapkan selama 24 jam agar berada dalam kondisi optimal. Selain membantu memperbaiki kualitas air, penggunaan bakteri tersebut juga dilaporkan dapat mengurangi keberadaan hama seperti lalat dan belatung di sekitar saluran.

Pemkot Jakarta Barat berharap uji coba ini dapat menjadi model alternatif pengendalian pencemaran air berbasis teknologi ramah lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sanitasi kawasan perkotaan secara bertahap. Johnit Sumbito