Blitar

Jembatan Sesek di Sentul Mengkhawatirkan, Danrem Untoro Prioritaskan Harapan Baru Lewat Jembatan Garuda

BLITAR – Di balik derit kayu dan sempitnya pijakan, jembatan sesek di Kelurahan Sentul, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, menyimpan cerita tentang perjuangan warga setiap harinya. Jembatan sederhana itu bukan sekadar penghubung, tetapi urat nadi kehidupan yang kini kian rapuh dan mengkhawatirkan.

Siang itu, Rabu (6/5/2026), Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto datang menapaki langsung jembatan tersebut. Ia melihat sendiri bagaimana warga harus mempertaruhkan keselamatan demi menyeberang—terutama saat hujan turun dan arus air meninggi.

“Jembatan sesek ini tentunya tidak aman bagi warga, karena bisa sangat berbahaya, khususnya saat musim penghujan,” ujarnya pelan, seakan memahami betul kecemasan yang selama ini dirasakan masyarakat.

Saat debit air meningkat, jembatan kerap tak bisa dilalui. Anak-anak terhambat pergi ke sekolah. Petani kesulitan menuju lahan mereka. Aktivitas ekonomi tersendat. Bahkan, akses menuju layanan kesehatan pun ikut terputus. Dalam kondisi seperti itu, warga hanya bisa berharap air segera surut.

Melihat kenyataan tersebut, Danrem menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Harus ada solusi nyata akses yang aman, layak, dan bisa digunakan kapan pun tanpa rasa khawatir.

Harapan itu kini tertuju pada pembangunan Jembatan Garuda. Jika terwujud, jembatan ini akan menjadi jalan baru bagi sekitar 3.000 warga di tiga desa atau kelurahan, membuka kembali akses kehidupan yang selama ini terhambat.

Di tengah keterbatasan, semangat gotong royong warga justru bersinar. Beberapa di antaranya dengan tulus rela mengikhlaskan sebagian lahan sawah mereka demi pembangunan jembatan tersebut.

“Jembatan yang ada saat ini lebarnya hanya sekitar satu meter. Jika nantinya dibangun lebih lebar, tentu membutuhkan tambahan lahan milik warga. Tadi mereka menyampaikan keikhlasannya apabila sebagian lahan sawah digunakan untuk pembangunan jembatan demi kepentingan bersama,” ungkap Untoro dengan nada haru.

Program Jembatan Garuda sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan melalui TNI AD, sebagai upaya menghadirkan keadilan infrastruktur hingga ke pelosok. Bagi warga Sentul, ini bukan sekadar pembangunan jembatan melainkan tentang harapan, keselamatan, dan masa depan yang lebih pasti. Johnit Sumbito