Viral Penumpang Ngaku Diperas, Kepala Terminal Kalideres Kumpulkan Seluruh Tukang Ojek Pangkalan
JAKARTA – Menyusul viralnya unggahan di media sosial akun Infokalideres dalam sepekan terakhir, seorang penumpang berinisial JR mengaku menjadi korban pemerasan oleh oknum tukang ojek di Terminal Kalideres.
Dalam unggahannya, JR menyebut dirinya dipaksa menggunakan jasa ojek tertentu dan diminta membayar ongkos sebesar Rp225 ribu untuk perjalanan yang hanya memakan waktu sekitar enam menit.
Menanggapi kabar yang viral tersebut, Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo, langsung memanggil dan mengumpulkan seluruh tukang ojek pangkalan yang biasa beroperasi di kawasan terminal pada Senin (15/6/2026) siang.
“Saya langsung mengumpulkan seluruh tukang ojek pangkalan yang mencari nafkah di kawasan terminal agar persoalan ini menjadi jelas. Kasus ini menyangkut nama baik Terminal Kalideres sehingga harus segera ditangani agar tidak berdampak pada kepercayaan penumpang,” kata Nur Prasetyo, Senin (15/6/2026) petang.
Prasetyo menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus menelusuri dugaan pemerasan terhadap penumpang oleh oknum tukang ojek.
“Setelah saya kumpulkan dan meminta keterangan satu per satu, hingga saat ini tidak ada yang mengaku terlibat dalam peristiwa tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, pihak Terminal Kalideres menegaskan akan menindaklanjuti persoalan tersebut secara serius guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
“Kami akan mendata seluruh tukang ojek pangkalan yang beroperasi di terminal. Mereka juga akan diberikan seragam resmi agar identitasnya jelas dan penumpang dapat lebih mudah mengenali ojek yang memang beroperasi secara resmi di Terminal Kalideres. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir saat menggunakan jasa mereka,” tegasnya. Johnit Sumbito
