Lurah Adith Pratama Wacanakan Rawa Buaya Jadi Kawasan Inovatif
Lurah Rawa Buaya, Adith Pratama, SE, MM bersama Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (19/8/2026). Foto: Istimewa
JAKARTA – Lurah Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Adith Pratama, SE, MM, mewacanakan penataan sejumlah titik di wilayahnya menjadi kawasan inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Adith mengatakan, sejak menjabat sebagai Lurah Rawa Buaya, dirinya melihat sejumlah kawasan yang perlu ditata dan dimanfaatkan secara optimal agar menjadi ruang publik yang bersih, produktif, ramah anak, serta nyaman bagi warga.
Sebagai langkah awal, pihak kelurahan berencana menata kawasan di bawah flyover Jalan Lingkar Luar Barat, tepatnya di wilayah RW 01 dan RW 03 yang berbatasan dengan Kelurahan Duri Kosambi. Kawasan tersebut diwacanakan menjadi sentra kuliner sekaligus lokasi pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Tujuan inovasi ini adalah mengubah kawasan yang terbengkalai menjadi lebih tertata, bersih, asri, produktif, dan mandiri secara ekonomi. Wacana ini kami fokuskan pada pemanfaatan kawasan di bawah flyover untuk pemberdayaan masyarakat, termasuk menghadirkan tempat kuliner yang nyaman dan ramah lingkungan. Warga maupun pengguna jalan yang membutuhkan tempat beristirahat dapat menikmati beragam kuliner,” ujar Adith Pratama saat menghadiri pesta rakyat yang digelar Pemerintah di Terminal Rawa Buaya, Selasa (18/8/2026).
Selain penataan kawasan kuliner, gagasan tersebut juga diarahkan untuk mewujudkan kawasan ramah lingkungan melalui berbagai program, seperti bank sampah dan urban farming.
“Agar wacana ini dapat berjalan maksimal, kami akan mengajak RT/RW, karang taruna, serta seluruh warga untuk memberikan dukungan terhadap program ini,” ujar Adith.
Lebih lanjut, Adith mengatakan pihaknya juga akan menggandeng akademisi dan komunitas lokal untuk memberikan pendampingan dalam mewujudkan rencana penataan kolong flyover menjadi kawasan bermain, ruang publik, dan pusat kuliner.
“Ini merupakan bentuk dukungan terhadap langkah positif Pemprov DKI Jakarta dalam memanfaatkan ruang publik, mengatasi kawasan kumuh, serta menggandeng dukungan dana CSR agar ruang-ruang yang selama ini kurang termanfaatkan dapat menjadi lebih produktif,” jelasnya.
Menurut Adith, penataan kolong flyover juga dapat menjadi upaya menghidupkan kembali ruang publik dengan mengubah area yang rawan gelap dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan menjadi zona rekreasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Program ini juga mendukung upaya Pemprov DKI Jakarta dalam menata pedagang kaki lima menjadi sentra kuliner resmi yang rapi, bersih, dan tertata,” jelasnya.
Namun demikian, Adith menyadari terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan, terutama terkait keamanan dan kondisi lingkungan. Salah satunya adalah sirkulasi udara serta polusi dan debu kendaraan dari jalan raya yang berada di atas kawasan flyover.
“Setiap program tentu memiliki tantangan. Namun, kami siap menghadapi berbagai kendala dan berupaya agar program yang kami wacanakan dapat berjalan secara maksimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. Johnit Sumbito
