Dua Penumpang Arus Balik Lebaran Keluhkan Ketidaknyamanan di Terminal Kalideres
Dua penumpang arus balik Lebaran 2026 asal Purwokerto, Jawa Tengah, Sari dan Yati mengeluhkan rasa tidak nyaman saat menggunakan Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (29/3/2026). Foto: infomalangnews.com
JAKARTA – Dua penumpang arus balik Lebaran 2026 asal Purwokerto, Jawa Tengah, yakni Sari dan Yati, mengungkapkan rasa tidak nyaman saat menggunakan Terminal Kalideres, Jakarta Barat.
Keduanya menceritakan pengalaman kurang menyenangkan saat mudik tahun lalu. Saat itu, mereka hendak berangkat menggunakan bus dari Terminal Kalideres.
“Waktu mudik tahun lalu, baru saja saya turun dari ojek, langsung didatangi dan ditarik-tarik oleh calo. Padahal di terminal sudah ada loket pembelian tiket sesuai tujuan kami, jadi tidak perlu seperti itu,” ungkap Yati kepada awak media di Terminal Kalideres, Minggu (29/3/2026).
Berdasarkan pengalaman tersebut, Yati dan Sari memutuskan untuk tidak lagi berangkat dari Terminal Kalideres pada musim mudik tahun ini.
“Karena pengalaman tahun lalu yang kurang nyaman, akhirnya kami sekeluarga memilih membeli tiket melalui agen bus di Pinang, Tangerang, di luar Terminal Kalideres,” ujarnya.
Mereka berharap pengelola Terminal Kalideres dapat melakukan pembenahan, khususnya dalam meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang.
“Kalau terminal ingin ramai penumpang, harus mulai dibenahi. Jangan sampai ada calo yang menarik-narik penumpang dan membuat tarif jadi tidak wajar,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Nur Prasetyo menanggapi terkait adanya keluhan penumpang yang merasa kurang nyaman karena ada oknum yang menarik atau menawarkan jasa secara memaksa, tersebut menjadi perhatian serius bagi pihaknya selaku penelola di Terminal Kalideres.
“Kami tidak akan mentolerir praktik percaloan ataupun tindakan yang mengganggu kenyamanan dan keamanan penumpang. Terminal harus menjadi tempat yang tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” tegas Nur Prasetyo.
Sebagai tindak lanjut, sebut Prasetyo,
Pihaknya akan meningkatkan pengawasan di area kedatangan dan keberangkatan penumpang di titik rawan yang diduga adanya praktik oknum calo. Selain itu juga akan mengoptimalkan peran petugas pengendali operasional di lapangan untuk bersinergi dan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk penertiban, serta memberikan imbauan dan penindakan kepada oknum yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Kami mengimbau kepada penumpang untuk membeli tiket melalui loket resmi dan segera melaporkan kepada petugas jika mengalami hal serupa karena petugas kami selalu siap 24 jam melayani penumpang,” tutupnya. Johnit Sumbito
