Trenggalek

TNI-Polri dan BPBD Trenggalek Berhasil Padamkan Kebakaran Hutan Jati di Gandusari

TRENGGALEK – Tim gabungan TNI, Polri, BPBD Kabupaten Trenggalek, dan Perhutani bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan jati di lahan pemajekan dan kawasan hutan negara petak 3A RPH Gandusari, KRPH Gandusari, BKPH Karangan, KPH Kediri, Dusun Beji, Desa Karanganyar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (25/7/2026). Berkat kesigapan seluruh unsur, kobaran api berhasil dipadamkan setelah upaya pemadaman selama sekitar empat jam.

Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan kebakaran terdiri atas Babinsa Karanganyar Sertu Agus Sutikno dari Koramil 0806-06/Gandusari, Bhabinkamtibmas Briptu Lutfi, anggota TRC PB Kecamatan Gandusari Sertu Sutrisno, personel BPBD Trenggalek Edy Purwanto, serta KRPH Gandusari Kushariadi. Medan yang berada di lereng pegunungan membuat proses pemadaman dilakukan menggunakan metode gepyok, yakni memukul kobaran api dengan ranting dan alat sederhana untuk mencegah api meluas.

Babinsa Karanganyar Sertu Agus Sutikno mengatakan koordinasi yang cepat dan kekompakan seluruh personel menjadi kunci keberhasilan dalam mengendalikan kebakaran. Menurutnya, kondisi medan yang cukup terjal menuntut seluruh tim bekerja secara hati-hati dengan tetap mengutamakan keselamatan.

“Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh rembetan api dari lahan warga yang membakar daun jati di area pemajekan. Berkat sinergi seluruh unsur, api berhasil kami padamkan sebelum meluas ke kawasan hutan yang lebih besar. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama saat kondisi cuaca kering, karena risikonya sangat tinggi,” kata Sertu Agus Sutikno.

Ia menegaskan pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, masyarakat di sekitar kawasan hutan diminta lebih berhati-hati dalam mengelola lahan serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Proses pemadaman berlangsung sekitar empat jam hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan. Selama operasi berlangsung, tim gabungan terus melakukan penyisiran guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan di kawasan hutan.

Sinergi TNI, Polri, BPBD, Perhutani, dan unsur terkait dalam penanganan kebakaran tersebut menjadi wujud kesiapsiagaan aparat dalam melindungi kawasan hutan serta keselamatan masyarakat. Kolaborasi lintas instansi itu diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan mencegah terulangnya kebakaran di wilayah Kabupaten Trenggalek. Johnit Sumbito