Taman Kota di Tambora Dibiarkan Rusak, FORPETAB: Diduga Ada Persekongkolan

Spread the love

JAKARTA, INFOMALANGNEWS.com – Taman Kota di Jalan Dr. Latumenten, RT 001, RW 001 Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat rusak dan terlihat tak terurus. Sementara Taman yang menjadi area terbuka hijau dan sarana bermain ramah anak tersbut sepertinya tanpa perawatan maksimal.

Parahnya, taman kota tersebut diduga sengaja dirusak dan dialihfungsikan oleh beberapa oknum warga untuk kepentingan pribadi. Pasalnya, terdapat warga yang memotong besi pagar serta menebang tanaman untuk akses jalan.

Ketua RW. 001 Kelurahan Jembatan Besi, Nurdin saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya hanya sebatas mengetahui hal tersebut.

“Kami selaku RT dan RW hanya sebatas mengetahui. Warga itu sudah pernah didatangi pihak Kecamatan Tambora. Pak Camat bersama Sudin Pertamanan sudah memberikan izin, asalkan tidak merubah fungsi taman serta area resapan air,” ujar Nurdin, Kamis (3/6/2021).

Sementara Camat Tambora Bambang Sutarna saat dikonfirmasi di kantornya Kamis (3/6/2021) mengaku tidak mengetahui dan tidak pernah memberikan izin terkait pengerusakan taman tersebut.

“Saya tidak tahu dan tidak pernah memberikan izin. Coba tanyakan ke Kasatpel Pertamanan,” ujar Camat singkat.

Sementara itu, Ine Purwanti selaku Kasatpel Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Kecamatan Tambora ketika diminta konfirmasi sedang tidak ada di ruang, kerjanya dan saat dikonfirmasi terkait hal tersebut melalui pesan WhatsApp dirinya masih hingga berita iniditayangkan juga belum ada jawaban.

Menanggapi persoalan itu, Ketua Forum Pemuda Tambora Bersatu (FORPETAB) Peri Rian sangat menyayangkan sikap para pejabat wilayah yang saling lempar tanggung jawab. Sementara fakta di lapangan sangat jelas di hadapan mata. “Ngga mungkin mereka (pejabat) tidak mengetahui hal itu. Jelas-jelas ada yang bilang mereka sudah melakukan Sidak ke lokasi,” ujar Peri, Jum’at (4/6/2021).

Sementara Peri menduga terkait rusaknya taman kota tersebut ada persekongkolan antara pejabat wilayah dengan warga yang berkepentingan sehingga terkesan pembiaran terhadap pengerusakan taman tersebut.

“Kami sebagai putra daerah Tambora tidak bisa menerima sikap para pejabat publik yang terkesan ada sekongkol dengan pengusaha atau pun warga yang memiliki kepentingan sehingga merusak kepentingan umum, dalam hal ini masyarakat Tambora,” tucap Peri.

Ia mengaku, FORPETAB akan terus menentang dan memperjuangkan hak masyarakat yang dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab kepada jajaran yang lebih tinggi. “Kami akan laporkan hal ini kepada Wali Kota Jakarta Barat, kalau perlu kami akan langsung bersurat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan,” tegasnnya.

(Johnit Sumbito)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.