Belasan Santri Dicabuli, Pimpinan Ponpes di Jombang Jatim Diringkus Polisi

Spread the love

 

JOMBANG, InfoMALANGNEWS.com – Satreskrim Polres Jombang-Jawa Timur menangkap pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Ngoro, Ponpes berinisial S tersebut, diduga telah mencabuli belasan santrinya. Hingga saat ini Baru 6 korban yang melaporkan ke pihak berwajib.

“Aawalnya ada dua orangtua yang melapor. Kemudian mengembang. Hingga saat ini korban yang terdata sebanyak enam santri. Namun jumlah tersebut bisa berkembang belasan orang. Kita masih menunggu laporan korban lainnya. Korban rata-rata berusia 16 sampai 17 tahun,” kata Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho, Senin (15/2/2021).

Terkuaknya kasus ini, jelas Agung Setyo,  berawal ketika ada orangtua santri yang  curiga terhadap perubahan perilaku anaknya.

Setelah didesak, santri tersebut menceritakan kejadian yang dialaminya. Mendengar cerita itu, kemudian, orangtua santri melaporkan kasus tersebut ke polisi. Dari situ kemudian penyelidikan langsung dilakukan hingga kemudian mengembang ke enam korban lainnya. Selain dari Jombang sendiri, santri yang menjadi korban juga ada yang berasal dari Jawa Tengah.

“Santri ini takut, karena pelaku merupakan pimpinan pesantren tempatnya menuntut ilmu,” jelas Agung Setyo.

Kapolres menambahkan, laporan  orangtua korban diterima Polres Jombang pada tanggal 8 dan 9 Februari 2021 pekan lalu.

“Pelaku melakukan pencabulan selama dua tahun terakhir ini. Modusnya, melakukan bujuk rayu terhadap korbannya,” imbuhnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Jombang AKP Christian Kosasih menyebutkan,  perbuatan mesum yang dilakukan pimpinan Ponpes tersebut dilakukan pada malam hari. Pelaku menghampiri santri di asrama, kemudian melakukan pencabulan.

“Dilakukan setelah isyak, ada juga yang dilakukan setelah tahajud. Bentuknya, adanya yang diraba-raba. Ada juga hingga melakukan persetubuhan. Namun demikian, hingga saat ini belum ada santri yang dilaporkan hamil,” ujarnya. (Johnit Sumbito)

Sumber : Beritajatim.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.