Wartawan Media Online Satu Suara Expres Dianiaya Oknum Anggota Polisi Polsektro Taman Sari

Spread the love

JAKARTA, infomalangnews.com – Viral di Media Sosial (Medsos) WhatsApp, terkait foto salah satu wartawan media Online Satu Suara Exspres, berinisial (HRP) saat ini sedabg menjalani perawatan. HRP mengaku telah mendapatkan perlakuan penganiayaan dari oknum polisi anggota Polsek Metro Tamansari, Polres Metro Jakarta Barat pada Rabu (18/5/2022) kemarin pukul 22.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi dilahan kosong milik PT Kharisma Niaga Makmur di Jalan Lingkar Luar Barat, Cengkareng, Jakarta Barat samping persis kampus BSI.

HRP saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsAppnya mengatakan, dirinya bukan hanya dianiaya, namun profesinya sebagai kewartawanan juga dilecehkan oleh oknum polisi anggota Polsek Taman Sari.

“Media mana lo, baru saya mau kasih liat Id card pers saya malah langsung dibetot oleh oknum anggota polisi tersebut, sambil berkata, media ngentot dan id card pers saya lalu dibuang ke semak-semak dan sampai sekarang tidak ketemu,” kata HRP saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (27/5/2020).

HRP juga menjelaskan, kemudian oknum anggota polisi tersebut kembali mendesak ke abangnya, sambil bertanya, nama Herpal yang mana orangnya.

“Setelah dijawab abang saya, lalu saya langsung dipukulin habis habisan oleh polisi tersebut, dan diinjak dada saya, dan berbarengan polisi lainya yang juga menginjak injak keponakan saya Dani, karena tidak terima di rekam video, lalu video tersebut disuruh hapus,” tuturnya.

HRP juga mengatakan, bahwa dirinya dan abang serta ponakannya  dibawa ke Polsek Taman Sari untuk diintrogasi dan dimasukkan ke Sel selama kurang lebih 5 malam.

“Saya, Abang dan ponakan disel selama kurang lebih 5 hari,” tuturnya.

HRP juga mengungkapkan, sebelumnya dirinya sudah menagku dari media dan menunjukan id card pers. Namun oknum anggota polisi yang mengaku dari Poksek Metro Taman Sari tersebut, mananyakan HRP,  setelah HRP meyebut ‘ini saya HRP’ sambil menujukkan id card.

“Oknum polisi itu malah mengumbar kata-kata, ‘media ngen**t’ laku id card saya dibuang ke semak-semak,” ujar HRP.

Sementara Kapolsek Tamansari AKBP Rohman Yonky Dilatha saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp salah satu wartawan menjelaskan, terkait permasalahan tersebut, pihaknya sedang menginterogasi seluruh anggota yang terlibat.

“Kami khususnya, menyampaikan permohonan maaf apabila memang benar terjadi kejadian tersebut. Saya sendiri langsung yang memimpin dugaan peristiwa yang diawali penangkapan narkotika jenis sabu,” jawab Kapolsek melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (27/5/2022).

Kapolsek juga berjanji kalau memang terbukti terjadi penganiayaan dan pelecehan profesi maka dipastikan akan diproses.

“Kami pastikan jika terbukti ada anggota saya, akan kami tindak dan proses,” ujarnya.

Kapolsek juga menjelaskan, bahwa saat ini banyak anggota gadungan.

“Mengingat saat ini banyak juga anggota polisi gadungan di mana-mana,” ucapnya.

Terkait kasus tersebut, Kapolsek juga meminta waktu untuk mendalaminya.

“Baik bang terkait hal tersebut, kita sedang dalami, mengingat kejadian tersebut berlangsung sangat cepat, dan kami akan tindak oknum tersebut jika benar,” jelasnya.

(Johnit Sumbito)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.