Sampah Numpuk Pada Inlet Air Baku di Sungai Cisadane, Air PAM Mati di Jakarta Barat
Seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat mencoba memutar kran air di kamar mandinya malam ini, air PAM belum juga mengucur, Senin (3/3/2025). Foto/infomalangnews com
JAKARTA – Air PAM Jaya mati dari sejak pagi hingga malam ini Senin (3/3/2025) belum juga mengucur.
Akibat matinya air PAM tersebut, berdampak pada warga Rawa Buaya yang sedang menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan kebingungan ketika hendak menjalankan berbuka puasa.
“Ia kami dibikin bingung sama PAM Jaya, air sering mati. Mana ini lagi pada puasa, mau masak dan cuci perabotan dapur saja gak ada air,” Ujar Rama, Senin (3/3/2025).
Direktur Utama (Dirut) PAM JAYA Provinsi DKI Jakarta , Arief Nasruddin, ketika dihubungi infomalangnews. Com menjelaskan, bahwa adanya gangguan suplai air di Distribution Center Reservoir (DCR) 4dan 5 akibat terjadinya penumpukan sampah pada inlet air baku di sungai Cisadane.
Selain itu, juga ada gangguan teknis kelistrikan pada IPA Traya Tirta Cisadane Serpong, Tangerang pada:
Senin, 03 Maret 2025 pukul 05.00 WIB.
“Di Ipa DCR 4 yang saat ini mensupply ada gangguan listrik, IPA ini milik PDAM Tangerang yang airnya kami beli, mereka sedang melakukan perbaikan karena mendadak gangguan sehabis maghrib,” Jelas Arief saat dikonfirmasi Senin (3/3) 2025) malam.
Dalam pemberitahuannya, gangguan tersebut berdampak pada gangguan suplai air berkurang atau terhenti
sementara di wilayah (Kelurahan) sebagai berikut,
1. Cengkareng Barat
2.Cengkareng Timur
3. Duri Kepa
4. Duri Kosambi
5, Jelambar
6.Jelambar Baru
7.Kalideres
8. Kapuk
9. Kapuk Muara
10. Kedaung Kali Angke
11. Kedoya Selatan
12, Kedoya Utara
13. Kembangan Selatan
14.Kembangan Utara
15. Pegadungan
16. Pejagalan
17. Rawa Buaya
18. Semanan
19. Tanjung Duren Selatan
20. Tanjung Duren Utara
21. Tegal Alur
22. Wijaya Kusuma dan sekitarnya
Direktur PAM Jaya juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan warga (Pelanggan) yang terdampak tidak mendapatkan suplay air PAM.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan,” Ucap Arief.
(Johnit Sumbito)
