Anjing Diduga Diracun di Kawasan Sudin Perhubungan Jakarta Barat Akhirnya Mati
Seekor anjing penjaga kawasan Sudin Perhubungan Jakarta Barat yang sebelumnya diduga diracun, akhirnya mati dalam kondisi mulut dan hidung mengeluarkan cairan deras berbusa, Kamis (15/1/2026). Foto: Istimewa
JAKARTA – Seekor anjing yang diduga diracuni di kawasan Suku Dinas (Sudin) Perhubungan Jakarta Barat akhirnya mati dalam kondisi mulut mengeluarkan cairan berbusa diduga racun pada Kamis (15/1/2026).
“Iya, anjingnya sudah mati. Diduga kuat keracunan karena mulutnya mengeluarkan busa dan hidungnya mengeluarkan cairan,” ujar Martin, seorang pencinta hewan, saat dihubungi.
Martin menyebut, pelaku peracunan hewan di kawasan Sudin Perhubungan Jakarta Barat tidak memiliki rasa kepedulian terhadap kesejahteraan hewan. Padahal, menurutnya, anjing-anjing yang hidup di kawasan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Kawasan Sudinhub ini rawan pencurian. Anjing-anjing di sini justru berperan aktif menjaga keamanan wilayah. Tidak habis pikir masih ada orang yang tega meracuni mereka,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah terjadi peristiwa serupa di lokasi yang sama. Saat itu, sejumlah hewan ditemukan mati akibat diduga diracun.
“Belum lama ini juga pernah terjadi, ada sekitar delapan ekor kucing mati keracunan. Sekarang anjing yang menjadi korban. Jelas ini ulah orang yang tidak memiliki kepedulian terhadap hewan,” jelasnya.
Martin menegaskan akan melakukan pengawasan untuk mengungkap pelaku peracunan terhadap hewan, baik kucing maupun anjing, di kawasan Sudin Perhubungan Jakarta Barat.
“Saya akan terus melakukan pengawasan sampai pelaku penganiayaan dan pembunuhan terhadap kucing dan anjing ini diketahui,” tegasnya.
Sementara itu, Syambayu, pencinta hewan asal Malang, Jawa Timur, turut mengecam keras aksi peracunan tersebut.
“Ini perbuatan manusia yang keji. Mereka tidak memahami kaidah agama, bahwa manusia hidup harus berdampingan dan memberikan ruang bagi semua makhluk hidup, termasuk hewan,” ungkapnya. (Johnit Sumbito)
