INFO JAKARTA

Keunikan Sejarah Banjir Jakarta, Saluran Air Kering Ditemukan di Cengkareng

JAKARTA — Hingga Sabtu (24/1/2026), banjir bandang masih mengepung sejumlah wilayah di Jakarta, meski di beberapa titik air mulai surut. Namun, di kawasan Jakarta Barat, genangan masih cukup parah.

Wilayah Rawa Buaya, Cengkareng, dan Kembangan masih terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 50 sentimeter. Di Jalan Bojong Raya, genangan tercatat sekitar 40 sentimeter, sementara Jalan Palapa tergenang hingga 50 sentimeter.

Kondisi serupa juga terjadi di Perempatan Kembangan arah Kantor Wali Kota Jakarta Barat, di mana banjir setinggi 50 sentimeter masih merendam area sekitar lampu lalu lintas.

Syambayu, warga Kapuk Cengkareng, menilai banjir bandang yang terjadi di Jakarta pada 2026 ini memiliki keunikan sejarah tersendiri. Menurutnya, banyak jalan dan permukiman warga terendam banjir, namun di kawasan Cengkareng Timur justru ditemukan saluran air yang kering.

“Menurut saya, banjir bandang yang melanda Jakarta tahun ini menjadi catatan sejarah yang unik. Di tengah bencana banjir, justru ada saluran air di Jalan Outer Ring Road RT 08 RW 02, Kelurahan Cengkareng Timur, yang kondisinya kering, sementara jalanan di sekitarnya terendam,” kata Syambayu saat ditemui di lokasi, Sabtu (24/1/2026).

Ia menilai keunikan tersebut harus menjadi perhatian serius para pemangku kepentingan, baik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun Pemerintah Kota Jakarta Barat.

“Ini bukan sekadar keunikan, tapi keanehan yang harus dicari penyebabnya. Bagaimana mungkin jalanan berubah seperti saluran air, sementara saluran air justru kering saat banjir,” ungkapnya.

Syambayu menegaskan, jika pemerintah tidak serius mencari akar penyebab genangan air di jalan, maka persoalan banjir di Jakarta tidak akan pernah tuntas dan justru berpotensi semakin parah ke depannya.

“Kalau Jakarta ingin mengurangi banjir, pemimpin saat ini harus mau belajar dari pemimpin-pemimpin sebelumnya,” tegasnya. (Johnit Sumbito)