INFO JAKARTA

Peringati Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, Terminal Kampung Rambutan Sembelih 7 Ekor Kambing

JAKARTA – Dalam rangka Merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M M Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur menyembelih hewan kurban sebanyak 7 ekor kambing, Jumat (29/5/2026).

Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnaen mengakatakan, penyembelihan hewan korban tersebut merupakan kerja sama antara Pengelola Terminal (Perhubungan) Terminal Kampung Rambutan, pengurus Perusahaan Otobus (PO) Bus, Paguyuban Terminal, para pedagang yang ada di terminal dan masyarakat terminal.

“Kurban Idul Adha tahun ini, kami menyembelih 7 ekor kambing yang kita hari ini Jumat 29 Mei 2026. Kurban hewan ini adalah merupakan bentuk kebersamaan dari seluruh unsur masyarakat yang ada Terminal Kampung Rambutan,” Kata Revi Zulkarnaen melalui pesan singkat Whatsappnya, Jumat (29/5/2026).

Revi juga menjelaskan, bahwa rangkaian merayakan Idul Adha 1437 H tersebut tidak hanya sekedar menyembelih hewan korban, namun pihaknya memaknai Idul Adha adalah untuk merefleksikan nilai-nilai ketakwaan, keikhlasan, dan pengorbanan melalui kisah kepatuhan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT.

“Merayakan Idul Adha ini, bukan hanya sekedar penyembelihan hewan kurban, tapi saya memaknai bahwa Idul Adha adalah sebagai momentum spiritual untuk menekan ego pribadi serta memperkuat rasa kepedulian sosial dengan berbagi rezeki kepada sesama melalui ibadah kurban, ujar Revi.

Untuk itu, Lanjut Revi, selesai penyembelihan hewan Kuban siangnya dilanjutkan acara makan bersama dengan karyawan Perhubungan l, pengurus dan karyawan PO Bus, para pedagang terminal dan masyarakat yang ada di terminal Kampung Rambutan,” Kata Revi.

Revi Zulkarnaen menambahkan, bahwa Idul Adha 1447 H tahun ini 2026 adalah Esensi dan hikmah yang mendalam ketika kepasrahan Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

“Dari cermin (Contoh) itu, kita harus belajar mengajarkan bahwa cinta kepada Sang Pencipta harus berada di atas segala-galanya,” Pungkasnya. Johnit Sumbito