INFO JAKARTA

Viral! Penumpang Diduga Diperas Rp225 Ribu oleh Oknum Tukang Ojek di Terminal Kalideres

JAKARTA – Dugaan aksi pemaksaan dan pemerasan kembali terjadi di Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial melalui akun Infokalideres dalam sepekan terakhir.

Korban yang diketahui berinisial JR mengaku menjadi sasaran pemaksaan dan pemerasan oleh seorang oknum tukang ojek sesaat setelah turun dari bus di Terminal Kalideres.

Melalui unggahannya di akun Infokalideres, JR menceritakan bahwa dirinya langsung dikerumuni sejumlah orang begitu turun dari bus. Ia mengaku tidak diberi ruang untuk keluar dan dipaksa menggunakan jasa ojek yang berada di kawasan terminal.

Menurut pengakuannya, tangan korban sempat dipegang dan diarahkan agar hanya menggunakan jasa ojek tertentu untuk menuju lokasi tujuan.

Berikut isi keluhan JR yang diunggah melalui akun Infokalideres:

“Ya Allah, takut banget. Aku baru turun dari bus, enggak dikasih jalan buat keluar. Tangan aku dipegang, disuruh diantar sama dia saja. Dari Terminal Kalideres ke hotel yang jaraknya cuma sekitar 6 menit, saya diminta bayar Rp225 ribu. Bapaknya malah marah-marah. Semoga enggak berkah hidupmu, Pak. Uang itu buat saya makan juga. Kaget banget, kok ada orang bisa sejahat itu. Uang di dompet saya diambil semua, lalu dia kabur. Tolong, jangan jahat-jahat jadi orang.”

Unggahan tersebut langsung memicu reaksi keras dari warganet. Banyak netizen mengecam tindakan oknum yang diduga melakukan pemaksaan dan pemerasan terhadap penumpang di Terminal Kalideres.

Kasus serupa disebut bukan kali pertama terjadi. Masyarakat pun mendesak pihak pengelola terminal serta aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum-oknum yang meresahkan dan mencoreng citra transportasi umum di kawasan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan pemerasan yang dialami korban.

<span;>Kasus dugaan pemaksaan dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum tukang ojek di kawasan Terminal tersebet, hingga berita ini ditayangkan, belum, belum mendapat keterangan resmi dari Kepala Satuan Pelaksana (Ka satpel) Terminal Kalideres, Nur Prasetyo. Johnit Sumbito