NUSANTARA

Cegah Perilaku Seks Bebas, Mahasiswa Program Studi Keperawatan UYM Berikan Edukasi Kesehatan Reproduksi di Pansos Bina Remaja Tangsel

JAKARTA – Mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Yatsi Madani melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui kegiatan edukasi kesehatan reproduksi di Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 2. Kegiatan tersebut mengusung tema “Pencegahan Perilaku Seks Bebas Melalui Edukasi Kesehatan Reproduksi di Panti Sosial Bina Remaja.”

Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya tantangan yang dihadapi remaja di era digital. Kemudahan akses media sosial dinilai turut meningkatkan paparan terhadap konten pornografi serta pergaulan bebas. Oleh karena itu, edukasi kesehatan reproduksi diharapkan menjadi salah satu strategi preventif dalam membangun pemahaman remaja mengenai batasan diri, perilaku sehat, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Kegiatan penyuluhan tersebut dilaksanakan bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta dengan pendampingan dosen pengampu Mata Kuliah Promosi Kesehatan dan Pendidikan Kesehatan, Ns. M. Martono Diel, S.Kep., M.Kep. Kegiatan berlangsung di Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 2, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Kamis (9/7/2026).

Tim penyuluh terdiri atas tujuh mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Yatsi Madani, yaitu Naela Veriska Wahyu Pramesty, Anis Septiani Salsabila, Silvia Sapitri, Deswita Amelia, Atikah Asriani Putri Sepriansyah, Putri Elya Nasita, dan Dzatul Muammar Salim Alfurqon. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari jajaran Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 2, yakni Drs. Henri Perez Sitorus selaku Kepala Panti, Siti Djulaeha, S.Sos., M.Si. selaku Kepala Subbagian Tata Usaha, Ade Supriyanto selaku Pelaksana Harian Kepala Satuan Pelaksana Pembinaan Sosial, Pawit Paulida, S.IP., M.Si. selaku Kepala Satuan Pelaksana Pelayanan Sosial, Yoshi Saputra Panggabean, S.Tr.Sos. selaku Pekerja Sosial Ahli Pertama, serta Kemiran selaku Pekerja Sosial Terampil.

Dalam kegiatan tersebut, tim mahasiswa memaparkan berbagai bentuk ancaman yang muncul akibat penyalahgunaan media sosial, khususnya yang berkaitan dengan pergaulan bebas dan perilaku seksual berisiko. Edukasi juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, memahami batasan diri, serta membangun kemampuan dalam menyaring informasi yang diperoleh dari media digital.

Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai risiko paparan konten seksual melalui berbagai platform media sosial, seperti video pendek di TikTok maupun Instagram Reels, yang kerap muncul akibat algoritma dan memicu rasa ingin tahu. Paparan terhadap konten pornografi yang tidak tersaring dapat menormalisasi perilaku berisiko serta mengikis nilai-nilai moral dan etika yang menjadi landasan kehidupan remaja.

Dosen pengampu Mata Kuliah Promosi Kesehatan dan Pendidikan Kesehatan, Ns. M. Martono Diel, S.Kep., M.Kep., menegaskan bahwa edukasi kesehatan reproduksi merupakan salah satu upaya penting dalam membekali remaja agar mampu menghadapi tantangan di era digital.

“Kita harus memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi yang positif untuk memberikan pemahaman mengenai batasan tubuh, bahaya perilaku seks bebas, serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat ini, mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Yatsi Madani diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun kesadaran remaja agar mampu menjaga diri dan mengambil keputusan yang sehat serta bertanggung jawab,” ujar M. Martono. Gatot Suntoro