Polisi dan Pemkot Jakbar Bongkar 30 Lapak Diduga untuk Konsumsi Narkoba di Kampung Ambon
Saat gerbek lapak (bordil) di Kampung Ambon, Cengkareng, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi "Selamat datang di Lapak Babeh Bentas, sewa alat Rp. 32.000, Top Up Rp. 5.000", Selasa (13/10/2026). Foto: Istimewa
JAKARTA – Polres Metro Jakarta Barat bersama Pemkot Jakarta Barat dan Direktorat Narkoba Bareskrim Polri membongkar sekitar 30 lapak yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkoba di Kompleks Permata, Cengkareng, atau dikenal sebagai Kampung Ambon, Selasa (13/10/2026).
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan, lapak-lapak tersebut tersebar dari pintu masuk kompleks hingga kawasan tepi kali.
“Kurang lebih ada 30 lapak yang kita bongkar, mulai dari pintu masuk sampai ke bagian utama di pinggir kali,” kata Nasriadi.
Dalam penertiban tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba, antara lain alat isap sabu (bong), cangklong, korek api, sisa narkoba, dan botol minuman keras.
Nasriadi mengungkapkan, sejumlah lapak diduga disewakan untuk memfasilitasi pengguna mengonsumsi narkoba di lokasi. Praktik tersebut diduga melibatkan pihak yang mengedarkan narkoba dan penyedia tempat.
Seluruh lapak yang menjadi sasaran penertiban kemudian dihancurkan untuk mencegah lokasi kembali digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba.
Polisi akan berkoordinasi dengan Pemkot Jakarta Barat, pengurus RT/RW, Bhabinkamtibmas, dan Satpol PP untuk mengawasi kawasan tersebut. Patroli gabungan direncanakan berlangsung selama 24 jam guna mencegah pembangunan kembali lapak liar dan munculnya aktivitas serupa.
Nasriadi juga mengimbau keluarga yang memiliki anggota terjerat penyalahgunaan narkoba agar melapor kepada kepolisian untuk mendapatkan bantuan penanganan dan akses rehabilitasi sesuai ketentuan.
Pembongkaran ini diharapkan tidak hanya menghentikan aktivitas yang diduga berkaitan dengan narkoba, tetapi juga diikuti pengawasan berkelanjutan agar Kampung Ambon tidak kembali menjadi lokasi penyalahgunaan narkoba. Johnit Sumbito
