Aliansi Warga Kebon Sayur Demo Blokade Jalan Raya Kapuk, Kemacetan Mengular hingga Tol Kayu Besar
Aliansi warga Kebon Sayur menggelar demo di depan Kantor Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, memblokade Jalan Raya Kapuk hingga terjadi kemacetan mengular dari Cengkareng menuju pintu Tol Kayu Besar, Rabu (17/6/2926). Foto: infomalangnews.com
JAKARTA – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Kebon Sayur menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (17/6/2026).
Aksi tersebut berujung pada pemblokiran Jalan Raya Kapuk dan menyebabkan kemacetan parah di sejumlah ruas jalan sekitar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar 200 warga mengikuti aksi yang dimulai pukul 09.00 WIB. Massa berorasi di Jalan Raya Kapuk sambil menutup sebagian badan jalan, sehingga arus lalu lintas sempat lumpuh.
Sebanyak 30 perwakilan warga kemudian diterima untuk beraudiensi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cengkareng dan pihak Kelurahan Kapuk.
Dalam pertemuan tersebut, warga menuntut agar Lurah Kapuk menandatangani surat penguasaan fisik atas lahan yang selama ini mereka tempati.
Menanggapi tuntutan tersebut, Camat Cengkareng menjelaskan bahwa pihak kelurahan maupun Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat tidak dapat menerbitkan atau menandatangani surat penguasaan fisik karena status lahan masih dalam sengketa.
Pemerintah kecamatan merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997, Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 3 Tahun 1997, serta Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 16 Tahun 2021 sebagai dasar hukum dalam pengambilan keputusan.
Menurut pihak kecamatan, terdapat sejumlah pihak yang mengklaim hak atas lahan tersebut. Di antaranya PT Pertamina (Persero) yang disebut memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), serta pihak yang mengatasnamakan ahli waris Johannes Mourman, Sri Herawati, dan Azizah Salim.
Penjelasan tersebut tidak diterima sebagian peserta aksi. Setelah audiensi berakhir, massa kembali berorasi di depan Kantor Kelurahan Kapuk.
Situasi sempat memanas ketika sejumlah demonstran membakar ban bekas dan merusak pagar kantor kelurahan.
Menanggapi tudingan adanya ucapan yang dinilai tidak pantas saat audiensi berlangsung, Camat Cengkareng membantah memiliki maksud merendahkan warga. Ia menjelaskan ucapan tersebut terlontar saat suasana audiensi memanas akibat peserta saling berebut mikrofon untuk menyampaikan pendapat.
“Kami tidak mengatakan itu seperti yang dimaksud. Saat itu mereka berebut mikrofon dan ucapan tersebut terlontar dalam situasi yang ramai. Tidak ada maksud menyamakan warga dengan hal yang dipersepsikan,” ujarnya.
Aksi blokade Jalan Raya Kapuk berdampak luas terhadap lalu lintas. Kemacetan mengular hingga kawasan Cengkareng menuju Gerbang Tol Kayu Besar. Arus kendaraan dari arah Teluk Gong menuju Kapuk-Cengkareng juga dilaporkan tidak bergerak. Sejumlah truk kontainer terpaksa berhenti dan parkir di badan jalan karena tidak dapat melanjutkan perjalanan.
“Kami tidak bisa jalan karena akses ditutup pendemo. Terpaksa berhenti dan parkir di jalan,” kata seorang sopir kontainer di Jalan Raya Kapuk. Johnit Sumbito
