Pertumbuhan Ekonomi Jatim Beri Kontribusi Pada Ekonomi Nasional

Spread the love

JAKARTA, INFOMALANGNEWs.com – Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurniawati menyampaikan, keoptimisannya terhadap pertumbuhan perekonomian di Provinsi Jawa Timur. Hal ini tercermin dari karakter masyarakat Jawa Timur, baik regulator, otoritas, stakeholder memiliki semangat kerja sama yang tinggi sehingga pergerakan ekonomi di Jatim menjadi tumbuh.

“Ini tertampilkan dari case-nya Covid-19 ini. Di Jatim, case nya juga termasuk sudah mulai menurun dan tidak terlalu signifikan pertambahannya, tetapi di sisi lain pergerakan ekonomi juga berjalan dengan baik,” ungkap Indah usai pertemuan dengan Bank Indonesia, OJK, Himbara, Pemprov Jawa Timur dan Bulog, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (1/4/2021).
“Jadi dari hasil pemaparan seluruh stakeholder tadi kami melihat, kami sangat optimis dan convidence bahwa Jawa Timur tetap mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang mendukung atau berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Indah menyampaikan, dari paparan Perwakilan Bank Indonesia Jatim diketahui perekonomian Jatim pada triwulan I 2021 diperkirakan membaik dibandingkan triwulan IV 2020. Dari sisi permintaan, estimasi perbaikan ekonomi Jawa Timur diperkirakan bersumber dari peningkatan konsumsi pemerintah sejalan dengan akselerasi pemulihan ekonomi.

Kinerja konsumsi LNPRT juga diperkirakan turut meningkat sejalan dengan mulai berlangsungnya rapat-rapat instansi dan penyelenggaraan acara tatap muka di hotel dengan protokol kesehatan.

“Saat ini kan daya beli masyarakat ada yang turun, tetapi masih ada yang memiliki daya beli tetapi tidak melakukan gerakan-gerakan ekonomi, mereka lebih cenderung menempatkan dana di perbankan,” ujar politisi PDI-Perjuangan itu.

Mungkin yang akan didorong adalah bagaimana membuat masyarakat itu terpacu untuk berkegiatan, tidak hanya menempatkan uang di perbankan.

“Banyak orang yang lebih memilih opsi investasi dalam bentuk pasar modal, saham, reksadana, itu kan contoh yang bagus. Saya berpesan untuk meningkatkan literasi keuangan dan memperhatikan gap atau gini ratio atau paling tidak kesenjangan itu tidak terlalu lebar mengingat itu bisa memicu berbagai hal,” ujarnya.

Legislator dapil Jawa Timur I percaya bahwa Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) maupun Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) semakin solid sehingga antara kesehatan dan ekonomi bisa berbarengan.

Ia juga sampaikan, bahwa bulan ramadan menajdi momentum untuk men-trigger pergerakan ekonomi, karena paling tidak orang akan belanja meskipun tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, dimana prediksi nya akan meningkat sekitar 10-19 persen.

“Kita sambut ramadhan ini dengan hati yang ikhlas, tulus, dan tetap bersemangat bahwa Indonesia, khususnya Jawa Timur akan segera bangkit akan menyambut kehidupan yang normal setelah claim changer dilaksanakan, baik itu vaksin kemudian penerapan protokol 3M dan juga adanya stimulus dan relaksasi yang terus di gelontorkan untuk mengawal masyarakat kita dalam posisi yang kurang menguntungkan saat ini, kita bersama-sama bergandengan tangan bergotong royong untuk mewujudkan Jawa Timur bangkit dan Indonesia maju,” pungkasnya.

(Johnit Sumbito)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *