Demi Anak Cucu, Mbah Kabul yang Berusia 74 Tahun Ikut Bangun Jembatan Garuda
Semangat Kabul (74), atau yang akrab disapa Mbah Kabul, meski usianya tak lagi muda lagi, ikut mengangkut material pasir demi mempercepat pembangunan jembatan Garuda demi anak cucunya di masa mendatang. Foto: Istimewa
PACITAN – Pembangunan Jembatan Garuda di Dusun Mojo, Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, disambut antusias oleh masyarakat. Warga bergotong royong membantu proses pembangunan sesuai kemampuan masing-masing.
Salah satunya Kabul (74), atau yang akrab disapa Mbah Kabul. Meski usianya tak lagi muda, semangatnya tak surut. Ia tetap mengangkut material pasir demi mempercepat pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan warga.
Bagi Mbah Kabul, jembatan tersebut bukan hanya untuk dinikmati masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi warisan yang bermanfaat bagi anak cucu dan generasi mendatang.
“Kulo kepengen anak lan cucu kulo mengke mboten kangelan maleh anggene mlampah utawi nindaake kegiatan sanesipun (Saya ingin anak dan cucu saya nanti tidak kesulitan lagi saat bepergian ataupun menjalankan berbagai aktivitas lainnya),” katanya di sela-sela kegiatan, Kamis (30/7/2026).
Semangat serupa ditunjukkan Rini, seorang ibu rumah tangga yang setiap hari meluangkan waktu membantu pembangunan Jembatan Garuda. Menurutnya, kehadiran jembatan tersebut merupakan harapan besar yang kini mulai terwujud.
“Alhamdulillah kami warga di sini sangat senang dengan dibangunnya jembatan ini. Kami sebisa mungkin ikut ambil bagian membantu proses pembangunannya,” ujarnya.
Rini menjelaskan, keterlibatan warga dilakukan secara bergotong royong. Kaum ibu membantu setelah menyelesaikan pekerjaan rumah, sedangkan para bapak bergantian menyesuaikan dengan pekerjaan sehari-hari.
“Kalau ibu-ibu biasanya setelah memasak, kami membantu sebisa kami sesuai kemampuan. Sedangkan bapak-bapaknya bergiliran, karena juga harus menyesuaikan dengan pekerjaan sehari-hari,” tuturnya.
Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan, semangat kebersamaan dan gotong royong warga menjadi bukti besarnya harapan masyarakat terhadap kehadiran Jembatan Garuda.
“Tidak hanya di sini (Desa Pucangombo), kami sudah berkeliling ke berbagai wilayah yang menjadi lokasi pembangunan Jembatan Garuda. Kondisinya sama, masyarakat sangat antusias menyambut hadirnya program ini,” katanya saat meninjau lokasi.
Kolonel Untoro menjelaskan, jembatan yang dibangun memiliki panjang 40 meter dan lebar 1,2 meter. Ia berharap jembatan tersebut mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat, terutama dalam mempermudah akses pendidikan.
“Tadi kami mendapat informasi bahwa selama ini anak-anak dari Dusun Mojo maupun Desa Gemaharjo yang bersekolah di tingkat SMP dan SMA harus menuju Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Dengan adanya jembatan ini, tentu akses pendidikan bagi anak-anak akan menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Selain mendukung sektor pendidikan, ia optimistis jembatan tersebut juga akan mendorong berbagai aktivitas masyarakat.
“Kami berharap Jembatan Garuda ini mampu mendukung berbagai aktivitas warga, mulai dari perekonomian, pertanian, peternakan, hingga sektor lainnya,” pungkasnya.
Usai meninjau progres pembangunan Jembatan Garuda di Desa Pucangombo, Danrem Untoro melanjutkan peninjauan pembangunan jembatan serupa di Desa Lembah, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Jembatan yang dibangun di atas aliran Kali Asin itu nantinya memiliki panjang 47 meter dengan lebar 1,2 meter. Johnit Sumbito
