INFO JAKARTA

Warga Berharap Polres Metro Jakarta Barat Tak Hanya Patroli, tetapi Berantas Akar Kejahatan Jalanan

JAKARTA – Warga Rawa Buaya mengapresiasi komitmen Polres Metro Jakarta Barat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Blue Light 3 Pilar atau Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) yang digelar di wilayah hukum Polsek Metro Tamansari pada Sabtu (1/8/2026) malam.

Meski demikian, sebagian warga menilai kegiatan rutin tersebut belum memberikan hasil yang maksimal karena aksi kejahatan jalanan masih kerap terjadi di sejumlah wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat.

Salam, warga Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, mengatakan pemberantasan kejahatan tidak cukup hanya mengandalkan patroli atau pengerahan personel di jalan raya. Menurutnya, aparat kepolisian juga perlu menyentuh akar persoalan yang mendorong seseorang melakukan tindak kriminal.

“Seharusnya polisi mencari akar masalahnya. Kenapa mereka berbuat jahat? Apakah karena faktor ekonomi, kelaparan, penyalahgunaan narkoba, atau obat-obatan seperti tramadol. Persoalan itu juga harus diberantas, sambil tetap melakukan patroli hingga ke lingkungan permukiman,” ujar Salam saat dimintai tanggapannya, Minggu (2/8/2026).

Sementara itu, kegiatan patroli diawali dengan apel di Pos RW 04, Jalan Tangki Lio Timur, Kelurahan Tangki, Kecamatan Tamansari, yang dipimpin Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi.

Apel diikuti 119 personel gabungan yang terdiri atas unsur Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta berbagai elemen masyarakat, seperti FKPM, FKDM, Citra Bhayangkara, GP Ansor, Wanra, organisasi kemasyarakatan, dan pengurus lingkungan.

Kehadiran seluruh unsur tersebut menjadi wujud sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurut kepolisian, keamanan merupakan tanggung jawab bersama antara aparat dan masyarakat.

Usai apel, personel melaksanakan patroli mobile dengan metode hunting di sejumlah titik rawan di wilayah Tamansari.

Patroli difokuskan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, penjambretan, tawuran, balap liar, geng motor, hingga bentuk kriminalitas jalanan lainnya.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan kehadiran personel di lapangan tidak hanya bertujuan melakukan penindakan, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat yang masih beraktivitas maupun yang sedang beristirahat.

Melalui patroli preventif yang dilakukan secara rutin, kepolisian berharap ruang gerak pelaku kejahatan semakin terbatas sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman. Johnit Sumbito