Resmikan Pos Pantau Keamanan, Warga Sambirejo Pondok Agung Gelar Atraksi Seni Banteng Kesurupan

KASEMBON, infomalangnews.com – Dalam rangka peresmian Pos Pantau Keamanan Dusun Sambirejo, Desa Pondok Agung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Warga menggelar seni Pencak Silat Bantengan yang tergabung dalam Lesbumi Sambijoto di lapangan Jalan PLTA Mendalan Sambireja, Minggu (25/9/2022).

Adapun pos pantau keamanan tersebut dibangin dari swadaya masyarakat DusunĀ  Sambirejo, Desa Pondok Agung, Kecamatan Kasembon.

Salah satu anggota rombongan Seni Pencak Silat Bantengan Abah Irwan mengatakan, acara tersebut digelar ada sekitar 100 personel seni Pecak Silat Bantengan gabungan se-Kecamatan Kasembon, bahkan ada yang dari Kabupaten Kediri.

“Ada sekitar 100 personil gabungan seni Pencak Silat Bantengan se-Kecematan Kasembon dan melibatkan sanggar Bantengan dari Kabupaten Kediri” kata Abah Irwan saat dikonfirmasi dilokasi, Minggu (25/9/2022).

Dalam kesempatan yang sama Anshori juga anggota Seni Pencak Silat Bantengan menjelaskan, bahwa seni Bantengan ini, beberapa tahun yang silam masyarakat khususnya Kecamatan Kasembon hampir saja lupa akan budaya yang sebenarnya dimiliki dari sejak nenek moyang (Leluhurnya).

“Alhamdulillah, kami bersama dengan kawan-kawan baik yang ada di Sambirejo, Malang, Kandangan dan Kediri berupaya mengembangkan kembali dan ternyata masyarakat masih menggemari akan kesenian bantengan tersebut,” jelas Anshori.

Lebih lanjut, Anshori menjelaskan, sini bantengan tersebut, megarah pada roh lain (leluhur) yang kemudian dimasukkan ke raga seseorang (peserta) melalui salah satu pawang roh leluhur tersebut masuk ke raga seseorang, sehingga orang tersebut akan kesurupan.

“Tergantung roh apa yang dimasukan kedelam raga orang tersebut, apabila roh banteng orang tersebut sikapnya akan seperti banteng dan apabila yang dimasukan roh macan (harimau) sikapnya akan seperti harimau,” jelasnya.

Sementara Joni salah satu pserta memgaku, bahwa saat raganya dimasuki rob lain dia tidak ada yang dirasakan, namun sepertinya melihat banyak orang di acara tersebut.

“Saat pawang bantengan masukan roh ke tubuh tidak ada yang saya rasakan, seperti melihat banyak orang saja. Tapi pas pawang mengeluarkan roh yang dimasukan dalam tubuh saya sepertinya ada yang keluar,” ujarnya.

(Johnit Sumbito)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *